Klaten – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi santri, kegiatan edukasi bertema Pembinaan Generasi Muda Di Lingkungan Pondok Pesantren diselenggarakan pada Kamis, 5 November 2026, bertempat di Pendopo Kabupaten Klaten.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini diikuti oleh para pengurus dan santri putra maupun putri dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Klaten. Hadir sebagai pemateri, Shoim Sahriyati dari Yayasan Kakak Surakarta, yang menyampaikan materi mengenai pencegahan perundungan (bullying) serta pentingnya membangun interaksi sosial yang sehat di lingkungan pendidikan pesantren.
Pondok Pesantren PPTQ Hamilul Qur’an turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan perwakilan, yaitu M. Shofi Alkhoiroda’i, S.Si., selaku Mudir PPTQ Hamilul Qur’an, didampingi oleh santri putra Galee Aqbart dan santri putri Annisa Nuzul Hidayah.
Dalam pemaparannya, Shoim Sahriyati menekankan pentingnya memahami tiga pola sikap dalam menghadapi persoalan dan interaksi sosial, yaitu pasif, agresif, dan asertif. Santri diajak untuk tidak bersikap pasif ketika mengalami tindakan perundungan, tetapi juga tidak membalasnya dengan perilaku agresif.
Sebaliknya, santri perlu membangun sikap asertif, yakni kemampuan menyampaikan perasaan, pendapat, dan keberatan secara tegas, jelas, serta tetap menghargai orang lain. Sikap asertif menjadi salah satu keterampilan penting agar setiap individu mampu menjaga batasan diri, berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang salah, serta mencari pertolongan ketika menghadapi situasi yang tidak aman.
Pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah bahwa menghentikan bullying bukan hanya tanggung jawab korban atau pihak tertentu, melainkan tanggung jawab bersama. Setiap santri memiliki peran untuk tidak menjadi pelaku, tidak membiarkan perundungan terjadi, dan berani mengambil sikap yang benar ketika menyaksikannya.
Keikutsertaan PPTQ Hamilul Qur’an dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pesantren untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter santri. Sebab, pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu dan menghafalkan Al-Qur'an, tetapi juga tempat menumbuhkan akhlak mulia, kepedulian, rasa saling menghormati, serta kepedulian terhadap sesama.
Stop Bullying! Berani Bersikap Asertif, Saling Menghargai, dan Wujudkan Pesantren yang Aman, Nyaman, serta Ramah bagi Semua Santri.
Tim Media Pesantren
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Cegah Bullying, PPTQ Hamilul Qur’an Ikuti Edukasi Perlindungan Santri se-Kabupaten Klaten"
Posting Komentar